Cagar Budaya Love Suroboyo

BLUSUKAN PAGI DI KANTOR GUBERNUR PROVINSI JAWA TIMUR BERSAMA KOMUNITAS LOVE SUROBOYO

single-image

Saya ingin berbagi cerita  tentang  kegiatan pagi saya  pada tanggal 20 Januari 2019 mengikuti Challenge Terakhir yang diadakan oleh Komunitas Love Suroboyo  di Kantor Gubernor Provinsi Jawa Timur.Komunitas Love Suroboyo adalah organisasi yang memberikan informasi kepada  warga Surabaya untuk lebih mengenali dan peduli terhadap Surabaya, selain itu dengan kehadiran komunitas ini warga Surabaya sangat terbantu dengan berbagai informasi seputar kota Surabaya seperti cagar budaya hingga informasi terkini.  Saat itu jalanan pagi ini di kota Surabaya, cukup mendukung tidak terlalu mendung ataupun panas yang menyengat porsinya pas untuk aktivitas.  Dikarenakan saya sangat menyukai pagi walau sedikit bermalasan  akhirnya saya menyusuri perjalanan pagi untuk ke tempat berkumpulnya orang-orang hebat yang mengikuti challenge terakhir.

Tepat pukul 07.00 kami berkumpul di depan Tugu Pahlawan, diantara yang sudah datang ada Kak Plum, Kak Emi, Kak Septi, Saya dan beberapa lelaki yang belum saya kenal, kami semua bercengkrama di depan, lalu  ada beberapa rekan  komunitas Love Surabaya datang kebetulan juga saat itu belum kenal beberapa, namun di awal ada salah satu diantara rekan yang cukup lucu sehingga di pagi pun perut sudah di kocok akibat ulah kekocakan kakak yang saat pagi itu saya belum mengetahui Namanya mari kita sebut “Mawar” saja dahulu. Dengan berjalannya waktu kami semua sepakat untuk berpindah tempat ke tujuan yaitu Kantor Gubernur Provinsi Jawa Timur, saat sampai di sana  ada beberapa kakak yang dahulu kala sempat menginterview kami sekaligus Bunda Tri yang super kece badai hadir.

Tak lebih dari waktu yang di sepakati kami semua berkumpul Bersama di depan Gedung ada yang masih sibuk motret ada yang masih tertawa terbahak-bahak karena tingkah kak mawar, ada yang masih malu-malu di sudut sambil melirik-lirik entah siapa dan apa, dan ada pula yang terlambat karena tak ada cinta yang membangunkan sehingga matahari pun tak dia sambut dengan bahagia.  Dengan bergulirnya waktu  kakak-kakak pengurus  Komunitas Love Suroboyo pun  meminta kami semua berkumpul sesuai dengan bidang yang kami pilih masing-masing untuk  dibagikan apa tugas challenge berikutnya.

Dalam Challenge yang diadakan meliputi  tim Liputan, Design, Humas dan Content Writer, diskusi mengenai tugas terpisah sesuai divisi masing-masing saat itu kami dari Liputan dan content writer berkumpul jadi satu Bersama kak Plum,kak Anita dan  Kak Wardah , cukup  berisik saat  pembagian tugas karena kami memang belum saling berkenalan sehingga kak Plum memasang muka garang karena ulah jahil kami. Setelah cukup pembagian dan bertanya-tanya seputar tugas kami pun berpisah kembali untuk memulai doa Bersama yang di pimpin pengurus-pengurus Love Suroboyo, untuk menyorakkan dan semangat yang membara Bunda Tri mengajak kami berteriak hura-hura dengan semboyan Love Suroboyo Kenali Peduli Kotamu secara serempak pun kami berteriak-teriak dengan girangnya.Setelah selesai berhura-hura didepan kami memasuki area Gedung depan lebih tepatnya mungkin seperti loby ya, disana banyak berjejeran lukisan bangunan Gedung Gubernur dan foto-foto Gubernur yang menjabat di jamannya.  Saat kami memasuki area tersebut ada penyambutan dari Biro Umum  yang di pimpin oleh Pak Sudirman,  penyambutan tersebut diiringi penjelasan Pak Sudirman mengenai sejarah Gedung Gubernur yang  sebelum bertempat di jalan Pahlawan berada di jalan  Kembang Jepun, di karenakan banyak lalu lalang perdagangan  kala itu via laut kantor Gubernur di pindahkan ke jalan Pahlawan, Gedung Gubernur tersebut tidak ada satupun yang penataannya di gubah atau pun renovasi total sehingga semua ornament dan arsitektur sangat asli dar jaman Belanda hingga sekarang,  kalaupun ada renovasi saat pergantian cat pada Gedung tersebut, perubahan pada Cagar Budaya pun tak boleh sembarangan menurut info pak Sudirman apabila harus ada proses perijinan yang harus di lewatin. Selesai Pak Sudriman penyambutan kami pun masih di area bawah sibuk memotret , di persilahkan oleh pak Sudirman dan kakak-kakak pengurus untuk memasuki area taman  Gubernur yang sangat megah membuat kami takjub jantung serasa tak karuan seperti menjumpai sang pujaan hati.

 

Kami semua menyusuri area taman dan beberapa teman sibuk memotret ada pula sibuk mengabadikan dalam video untuk tugas challenge ini, di setiap perjalanan saya sibuk memikirkan untuk merangkai konsep dan judul apa yang akan di tulis, sempat juga berbincang dengan mas Ayyub dan mbak Septi membicarakan bagaimana konsep  masing-masing, dimana kami terbawa suasana sehingga lupa di setiap perjalanan memikirkan konsep tersebut. Menyusuri  area taman Kak Bli memanggil kami untuk bergegas menghampirinya  ke area selanjutnya yang kami jumpai adalah area  Ruang Rapat dewan Gubernur, kami berjalan penuh dengan sorotan mata yang kudu tajam karena ruangan gelap gulita, jadi tidak terlalu bisa kami potret dengan baik, beberapa sudah kami abadikan di ruangan besar tersebut.Penuh dengan ricuh, peluh dan tawa kami semua bergegas meninggalkan area ruang rapat tersebut untuk menyusuri.

Lorong-lorong ruangan dewan-dewan lainnya, arsitektur disini masih sangat alami bangunan serta ornamen nya benar-benar masih sangat asli. Setelah menyusuri Lorong kami pun di ajak ke suatu jalan menunju Menara jam kantor Gubernur, sebelumnya sudah ada spoiler di grup tentang  tangga yang menyeramkan menuju  Menara jam, namun saat spoiler tersebyt saya memilih untuk tidak melihat biar rasa penasaran makin aduhai bak menunggu waktu, okey  seperti biasa Kak Bli mengarahkan kami menuju Menara Jam, cukup menakutkan karena tangga nya Panjang berbelok-belok seperti kisah kita ada selalu tak pernah usai karena jeda, karena tangga tersebut beberapa rekan ada yang pusing  melihat kebawah pun merinding .Setelah sampai kami di atas ada 2 tangga lagi yang dapat kami nikmati menuju Menara Jam tersebut yang satu tangga dari besi dan benar-benar berdiir lurus tegak membuat saya mengurungkan niat jika menjajaki tangga tersebut hati saya ciut namun tak seperti rasa saya pada Nya semakin dekat pada sang Pencipta. Lalu ada tangga yang dari kayu tua, saya lebih memilih menjajaki tangga tua tersebut karena lebih aman menurut saya,seusai diatas kami berpose ria bak boy ban dan selfi ria bak artis Go International. Kami pun bergegas untuk turun karena waktu telah usai namun jangan sampai kisah kita usai, kami melakukan ritual terakhir yaitu sesi  foto Bersama di area loby dan penutupan yang diiringi lagi-lagi oleh Kak Bli dan Kak Shandy, kami pun menutup semua acara dengan penuh tawa dan kebahagiaan karena pengalaman ini tak akan bisa terbayar oleh apapun.

Picture By Love Suroboyo
Picture By Love Suroboyo

saya sangat senang dapat bergabung di Komunitas Love Suroboyo, terima kasih telah memberikan saya kesempatan menjadi bagian keluarga besar Love Suroboyo, semoga kami dapat memberikan kontribusi maksimal untuk kota Surabaya. Dengan bergabungnya saya di Komunintas Love Suroboyo diawal tahun 2019 mendongkrak saya untuk lebih berkarya serta belajar lebih, Terima kasih atas keberkahan awal tahun dari Allah SWT dan Queenitha yang selalu memberikan dukungan kepada saya untuk lebih bangkit dan berkarya.

 

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of

You may also like

error: Silahkan bagikan konten kami dengan fitur yang sudah tersedia, trims.